<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Mimpi Sukses</title>
	<atom:link href="http://www.mimpisukses.com/?feed=rss2" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.mimpisukses.com</link>
	<description>Semuanya Berawal dari Mimpi</description>
	<lastBuildDate>Thu, 23 Feb 2012 02:10:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>Anak Elang Dan Anak Ayam</title>
		<link>http://www.mimpisukses.com/?p=54</link>
		<comments>http://www.mimpisukses.com/?p=54#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 02 Jul 2011 03:17:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[anak elang dan anak ayam]]></category>
		<category><![CDATA[anak elang di sangkar ayam]]></category>
		<category><![CDATA[anak elang salah asuhan]]></category>
		<category><![CDATA[kisah elang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.mimpisukses.com/?p=54</guid>
		<description><![CDATA[Dikisahkan ada seorang pemberani yang herhasil mengambil telur elang di sebuah tebing yang tinggi. Kemudian telur elang yang diambil tersebut diletakkan di sarang ayam bersam telur ayam yang sedang dierami. Akhirnya semua telur-telur yang dierami menetas. Termasuk telur yang ditemukan &#8230; <a href="http://www.mimpisukses.com/?p=54">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Dikisahkan ada seorang pemberani yang herhasil mengambil telur elang di sebuah tebing yang tinggi. Kemudian telur elang yang diambil tersebut diletakkan di sarang ayam bersam telur ayam yang sedang dierami. Akhirnya semua telur-telur yang dierami menetas. Termasuk telur yang ditemukan elang tadi</p>
<p style="text-align: justify;">Sang induk ayam memperlakukan anak-anaknya sama semua. Bagaimana cara mencari makan, berlari-lari dan lain lain  semuanya serba mengikuti ayam. Termasuk anak elang tersebut yang tumbuh dan bermain bersama anak ayam lainya. Dalam pikirannya anak elang tersebut menganggap bahwa dirinya adalah anak ayam. Sehingga semua aktifitasnya seperti berjalan dan mencari makan semua persis seperti ayam.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada suatu hari, datanglah bayangan terlihat terbang memutar-mutar disekitar induk dan anak-anak ayam tersebut. Sang induk dengan paniknya berteriak mengumpulkan anak-anak ayam untuk memberi perlindungan. Anak elang melihat kejadian tersebut, melihat ada hewan yang bisa terbang berputar kemana-mana kemudian dia berpikir ”Alangkah enaknya dia bisa terbang kemana-mana, andai aku bisa seperti dia”. Kamudian anak elang bertanya kepada induk ayam “hewan apakah itu”. “Itu adalah burung elang, burung yang gagah berani pemimpin para burung. Sudahlah jangan memikir itu, karena sampai kapanpun engaku tidak akan bias menjadi brung elang” kata induk ayam.</p>
<p style="text-align: justify;">Anak elang mempercayai dan meyakini perkataaan induk ayam tadi. Sehingga anak elang tadi tumbuh menjadi dewasa  dengan keyakinan bahwa dia adalah anak ayam yang tuidak akan bias terbang. Akhirnya anak elang tadi  menjadi dewasa, dan menjadi tua kemudian  pada akhirnya mati dalam kondisi yang tidak berubah yakni seperti ayam ayam lainnya. Tidak bisa terbang dan mencari makan disamping rumah dengan menggaruk garuk tanah..</p>
<p style="text-align: justify;">**********</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam  hidup, kita selalu mendengar ucapan ucapan dari orang orang disekitar kita. Ucapan ucapan tersebut ada yang positif dan ada yang negative. Ucapanj yang bersfiat negative terkadang membuat kita menjadi takut melangkah dan membuat kita tidak maju.  Jangan biarkan ucapan ucapan negative merasuki pikiran pikiran kita apalagi membentuk mental kita. Memudarkan tekad dan impian kita. Kita boleh mendengar ucapan ucapan mereka tetapi jangan terpengaruh ucapan mereka. Kitalah yang mengontrol kita dan menentukan hidup kita.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Semoga kisah ini  memberikan  Hikmah dan makna bagi sahabat yang membaca sehingga tetap semangat mengarungi hidup yang kita jalani.</em></p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mimpisukses.com/?feed=rss2&#038;p=54</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Juara</title>
		<link>http://www.mimpisukses.com/?p=50</link>
		<comments>http://www.mimpisukses.com/?p=50#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 02 Jul 2011 03:12:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kutipan]]></category>
		<category><![CDATA[Juara]]></category>
		<category><![CDATA[menjadi menang menang]]></category>
		<category><![CDATA[menjaid sukses]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.mimpisukses.com/?p=50</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Salah satu langkah menjadi juara adalah denagn bertindak menjadi juara. Anda harus belajar cara menang dan tidak lari ketika kalah. semua pernah gagal dan pernah meraih sukses. And ahrus hati hati agar tidak kehilangan percaya diri atau menjadi terlalu percaya &#8230; <a href="http://www.mimpisukses.com/?p=50">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Salah satu langkah menjadi juara adalah denagn bertindak menjadi juara. Anda harus belajar cara menang dan tidak lari ketika kalah. semua pernah gagal dan pernah meraih sukses. And ahrus hati hati agar tidak kehilangan percaya diri atau menjadi terlalu percaya diri&#8221; &#8212; Nancy Kerringan</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mimpisukses.com/?feed=rss2&#038;p=50</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tukang Bangunan</title>
		<link>http://www.mimpisukses.com/?p=44</link>
		<comments>http://www.mimpisukses.com/?p=44#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 02 Jul 2011 02:07:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[bangunan kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[kebijakasanaan]]></category>
		<category><![CDATA[kualitas hidup]]></category>
		<category><![CDATA[kualitas kerja]]></category>
		<category><![CDATA[Membangun "Rumah" Kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[tukang bangunan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.mimpisukses.com/?p=44</guid>
		<description><![CDATA[Adalah seorang tukang bangunan  yang sudah mencapai usia senja. Hendak ingin pensiun agar bisa hidup santai bersama istri dan keluarganya. Dia siap tidak menerima gaji bulanan  karena betul betul ingin beristirahat bersama keluarga yang dia sayangi.  Keinginannya tersebut dengan berat &#8230; <a href="http://www.mimpisukses.com/?p=44">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Adalah seorang tukang bangunan  yang sudah mencapai usia senja. Hendak ingin pensiun agar bisa hidup santai bersama istri dan keluarganya. Dia siap tidak menerima gaji bulanan  karena betul betul ingin beristirahat bersama keluarga yang dia sayangi.  Keinginannya tersebut dengan berat hati di sampaikan kepada majikannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Kontraktor yang menjadi  majikan si tukang  bangunan merasa sayang harus kehilangan seorang pekerja sebaik itu. Namun keinginan yang begitu kuat dari si tukang bangunan, akhirnya terpaksa harus mengijinkannya. Namun sang majikan memberikan satu persyaratan , yakni tukang kayu harus membangun rumah satu lagi. Tukang bangunan  itu setuju, tetapi dalam kurun waktu yang cukup singkat.</p>
<p style="text-align: justify;">Perhatian si tukang bagunan tadi tidak sepenuhnya tertuju kepada pekerjaannya. Dia tidak bekerja dengan serius dan fokus karena pikirannya sudah ke suasana pensiun. Dia tidak bekerja dengan teliti dan rapi serta memakai bahan bahan yang kurang bermutu. Sungguh cara yang patut disayangkan untuk mengakhiri sebuah karier dengan dedikasi tinggi. Akhirnya bangunan sebagai prasyarat pensiun  tersebut terselesaikan dengan kualitas yang kurang baik.</p>
<p style="text-align: justify;">Tibalah  sang majikanndatang untuk memeriksa rumah itu. Setelah selesai  berkeliling dan memeriksa setiap sudut ruangan bangunan rumah tersebut, sang majikan menyerahkan kunci rumah itu kepada si tukang  bangunan.</p>
<p style="text-align: justify;">Sang majikan berujar “rumah ini milik anda, sebagai  hadiah terakhir dari saya untuk anda atas dedikasi anda selama ini”</p>
<p style="text-align: justify;">Alangkah terkejutnya tukang bangungan tersebut! Betapa sayangnya! Seandainya saja dia tahu bahwa dia sedang membangun rumahnya sendiri. Tentunya dia akan melakukannnya dengan  sangat baik, dengan sangat teliti dan sangat rapi.</p>
<p style="text-align: justify;">********</p>
<p style="text-align: justify;">Demikian pula halnya dengan diri kita. Kita membangun hidup kita, hari demi hari, seringkali kita memberikan kemampuan maksimal kita. Kita seringkali bekerja tidak dengan sepenuh hati. Bekerja asa asalan.  Sehingga seringkali hasilnyapun asal asalan.</p>
<p style="text-align: justify;">Kemudian sebuah kejutan menyadarkan kita . Bahwa kita harus hidup didalam apa yang telah kita bangun selama hidup kita..</p>
<p style="text-align: justify;">Seandainya saja kita bisa mengulanginya kembali, kita pasti akan melaksanakannya dengan cara yang sangat berbeda. Tetapi tidak bisa mengulanginya lagi. Kita tak bisa memutar sang waktu ke belakang.</p>
<p style="text-align: justify;">Kita adalah tukang bangunan dalam hidup kita. Setiap hari kita  menancapkan sebatang paku, memasang sebilah papan, membangun sebidang tembok dan lain lain.</p>
<p style="text-align: justify;">Sikap kita dan pilihan yang kita buat pada hari ini serta kualitas kerja kita saat ini membangun “rumah” kita di  esok hari.</p>
<p style="text-align: justify;">Bangunlah rumah kehidupan kita dengan bijaksana!</p>
<p><em>Semoga kisah ini  memberikan  Hikmah dan makna bagi sahabat yang membaca sehingga tetap semangat mengarungi hidup yang kita jalani.</em></p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mimpisukses.com/?feed=rss2&#038;p=44</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

